Tanaman Hutan

Cara Budidaya Pohon Bambu dengan Mudah dan Untung

Budidaya Pohon Bambu

Apakah Anda ingin menanam dan merawat bambu? Bila iya, Anda berada di tempat yang tepat untuk tahu perawatan pohon bambu. Karena artikel ini akan membahas cara budidaya pohon bambu (Bambusa arundinacea).

Budidaya Pohon Bambu

Syarat Tumbuh Bambu

Berikut beberapa syarat tumbuh bambu yang perlu kita perhatikan saat budidaya pohon bambu :

Jenis Tanah

Bambu bisa tumbuh pada berbagai jenis tanah, mulai dari tanah :

  • berat sampai ringan,
  • kering sampai becek,
  • subur sampai kurang subur, dan
  • pegunungan yang berbukit terjal hingga yang landai.

pH Tanah

Perbedaan jenis tanah bisa berpengaruh terhadap kemampuan perebungan bambu. Tanaman bambu bisa tumbuh pada tanah yang bereaksi masam (pH 3,5) dan biasanya menghendaki tanah yang pH-nya 5,0 – 6,5.

Pada tanah yang subur pohon bambu akan tumbuh dengan baik. Karena kebutuhan makanan bagi tanaman bambu akan terpenuhi.

Ketinggian Tempat Tumbuh

Tanaman bambu bisa tumbuh dengan baik pada dataran rendah ataupun dataran tinggi. Seperti :

  • Secara umum ketinggiannya antara 0 – 1.000 mdpl.
  • Jenis yang berbatang kecil dijumpai tumbuh pada ketinggian antara 2.000 – 3.750 m dari permukaan laut.
  • Pada ketinggian 3.750 m di atas permukaan laut, habitusnya berbentuk rumput.

Suhu dan Kelembaban Udara

Lingkungan yang sesuai untuk tanaman bambu adalah yang bersuhu sekitar 8,8 – 36 oC. Suhu lingkungan ini juga dipengaruhi oleh ketinggian dari tempat tersebut.

Di mana semakin inggi suatu tempat maka semakin rendah suhunya. Pohon bambu dapat dijumpai mulai dari dataran rendah hingga dataran tinggi dengan ketinggian 0 – 2000 m dpl.

Sedangkan untuk kelembapan udara yang dikehendaki minimum 80%.

Curah Hujan

Meski demikian tak semua jenis bambu bisa tumbuh dengan baik pada semua ketinggian tempat. Curah hujan yang diperlukan untuk pohon bambu minimum 1.020 mm per tahun.

Cara Budidaya Pohon Bambu

Berikut beberapa langkah untuk merawat pohon / tanaman bambu :

Persiapan Lahan Tanam

Untuk budidaya pohon bambu, lahan tanam setidaknya dipersiapkan sekitar 3 – 4 bulan sebelum tanam. Buatlah lubang tanam pada lahan yang akan dipakai untuk menanam pohon bambu dengan ukuran seragam atau berbeda-beda.

Ukuran ini tergantung pada ketersediaan lahan dan juga bibit. Biasanya untuk bibit bambu :

  • dari tunas atau rebung ukuran lubang tanamnya yaitu sekitar 50x50x75 cm; dan
  • yang berasal dari stek batang lubang tanam dibuat dengan ukuran sekitar 150x150x75 cm.

Tapi sebelum dibuat lubang tanam, lahan tanaman dibersihkan dari tanaman pengganggu (gulma) lainnya. Kemudian barulah dibuat lubang tanam tersebut.

Setelah lubang tanam jadi selanjutnya lubang tanam tersebut dikomposkan dengan cara mencampur tanah galian lubang dan dedaunan. Proses pengomposan tersebut terjadi selama sekitar 2 bulan.

Bambu dapat ditanam di mana saja baik itu di dataran tinggi maupun dataran rendah. Bahkan bisa ditanam di area grey water (jenis bambu air). Dan ada juga jenis bambu jepang yang bisa ditanam di dalam ruangan, baik itu pada lahan tanam ataupun pot tanam.

Penanaman Bambu

Setelah lahan untuk budidaya pohon bambu, selanjutnya segera lakukan penanaman. Penanaman pohon bambu ini sama saja seperti menanam tanaman lainnya.

Bibit yang sudah disiapkan dimasukan pada lubang tanam yang sudah disiapkan (sudah dikomposkan). Kemudian lubang tersebut ditimbun kembali dengan tanah.

Waktu penanaman yang paling dianjurkan untuk menanam yakni pada musim penghujan (sekitar pada bulan Desember sampai Januari). Dan paling lambat di bulan Februari.

Perawatan Tanaman Bambu

Setelah dilakukan penanaman, tanaman bambu memerlukan perawatan yang tepat dan baik. Hal ini agar saat budidaya pohon bambu pertumbuhan tanamannya bisa tumbuh dengan baik.

Perawatan yang dilakukan di antaranya penyiangan atau pembersihan lahan tanam dari gulma atau tanaman pengganggu lainnya. Penyiangan bisa dilakukan dengan cara menyemprotkan pesisida atau herbisida.

Penyemprotan ini untuk mengatasi masalah :

  • hama,
  • gulma, atau
  • tanaman pengganggu lainnya.

Selain perawatan tersebut perlu pula dilakukan pemupukan, pemangkasan, dan penjarangan pada tanaman bambu yang telah tumbuh tinggi. Hal ini agar tanaman bambu dapat tumbuh dengan rapi. Setiap umur tanaman bambu perawatannya bervariasi.

Baca juga : Panduan Merawat Pohon Pinang

Sekian info terkait dengan cara budidaya pohon bambu dengan mudah dan untung, kami harap post kali ini berguna untuk kawan-kawan semua. Tolong postingan HHBK (Hasil Hutan Bukan Kayu) ini dishare supaya semakin banyak yang mendapat manfaat.

Referensi : Katalog Tumbuhan Hutan

Add Comment

Click here to post a comment

Topics

Arsip

Kategori




Seedbacklink