Irigasi

Ruang Lingkup Irigasi Pertanian

Ruang Lingkup Irigasi

Pada kesempatan ini kami akan jelaskan mengenai ruang lingkup irigasi pertanian. Pada lahan yang mendapatkan suplai air dari sumber air alami yang tidak kontinyu dan hanya cukup untuk beberapa bulan, produktifitasnya sangat rendah. Karena distribusi air tidak merata dan tidak tersedia sepanjang tahun.

Ruang Lingkup Irigasi

Ruang Lingkup Irigasi Pertanian

Masalah di atas bisa diatasi dengan melakukan hal berikut :

  • mengelola air tersebut,
  • memanen air di musim hujan dengan membuat bendung atau waduk, serta
  • memanfaatkannya pada musim kemarau.

Sehingga air tersedia sepanjang tahun, dan akhirnya diharapkan produktifitas lahan bisa meningkat. Pengelolaan air di sini maksudnya adalah membangun sistem irigasi. Mulai dari bendung, saluran pembawa, bangunan bagi, sampai dengan saluran tersier yang langsung dapat dimanfaatkan petani untuk mengairi lahannya.

Pengertian Irigasi

Tanaman membutuhkan air untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Kebutuhan air untuk tanaman harus dipenuhi oleh air dalam tanah melalui sistem perakaran. Aplikasi pemberian air untuk memenuhi kebutuhan tanaman pada waktu dan cara yang tepat disebut irigasi. Apabila kebutuhan air bagi tanaman dipenuhi dengan cara lain (curah hujan, air kapiler dari air tanah, dan sebagainya), maka irigasi tidak diperlukan.

Fungsi Irigasi

Ruang lingkup irigasi yang pertama ialah fungsinya. Fungsi utama sistem irigasi adalah untuk mensuplai air irigasi untuk tanaman sesuai dengan jumlah dan waktu yang diperlukan. Secara spesifik fungsi irigasi adalah:

  1. Mengambil air dari sumbernya (bendung, atau waduk)
  2. Membawa air dari bendung ke daerah irigasi
  3. Mendistribusikan air ke areal pertanian
  4. Menyediakan sarana dan prasarana untuk pengukuran aliran.

Fungsi lain dari sistem irigasi adalah untuk :

  • pendinginan tanah dan tanaman,
  • pencegahan tanaman terhadap kerusakan akibat frost,
  • penundaan pertumbuhan tunas dan buah,
  • pengendalian erosi oleh angin,
  • penyediaan air untuk persemaian,
  • pemberian obat-obatan dan pemberian air limbah pada lahan.
Manfaat Irigasi

Ruang lingkup irigasi yang selanjutnya ialah manfaatnya. Irigasi bermanfaat untuk:

  1. Menambah air untuk memenuhi kebutuhan air bagi tanaman
  2. Menjamin ketersediaan air sepanjang tahun
  3. Mengontrol temperatur tanah, sehingga baik bagi pertumbuhan tanaman
  4. Mencuci atau mengurangi kandungan garam dalam tanah
  5. Mengurangi bahaya erosi
  6. Memudahkan pengolahan tanah

Air dibutuhkan tanaman adalah untuk proses-proses :

  1. Metabolisme (Digestion),
  2. Fotosintesa,
  3. Transport mineral (unsur hara) serta hasil fotosintesa (fotosintat),
  4. Mendukung struktur tanaman,
  5. Pertumbuhan, dan
  6. Transpirasi.

Tanaman menggunakan air terutama untuk keperluan transpirasi, yaitu air yang diuapkan dari tanaman, sedangkan air yang diuapkan dari tanah disebut evaporasi . Karena evaporasi dan Transporasi ini sulit sekali dipisahkan maka pemakaianya selalu digabung menjadi Evapotranspirasi (ET), dan jumlahnya mencapai lebih kurang 99% dari air yang digunakan tanaman. Karena itu kebutuhan air tanaman diasumsikan sama dengan besarnya evapotranspi rasi.

Sumber Air Irigasi

Ruang lingkup irigasi berikutnya adalah sumber airnya. Sumber air untuk irigasi adalah:

  1. Presipitasi,
  2. Air atmosfir selain presipitasi,
  3. Air limpasan,
  4. Air tanah, dan
  5. Embun.

Sumber air no. 1 s.d. 4 tersebut tidak bisa diabaikan di dalam memperkirakan kebutuhan air irigasi.

Sekian informasi seputar ruang lingkup irigasi pertanian, semoga artikel ini membantu Anda. Tolong artikel ini diviralkan biar semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Referensi:

Add Comment

Click here to post a comment

Topics

Arsip

Kategori