Tanaman Hutan

Pedoman Budidaya Pohon Beringin yang Perlu Diketahui

pedoman budidaya pohon beringin

Pembahasan kita sekarang yaitu pedoman budidaya pohon beringin yang perlu diketahui. Beringin (Ficus benjamina L.) adalah salah satu spesies tumbuhan atau pohon yang sangat familiar di Indonesia. Pohon beringin memiliki berbagai manfaat untuk lingkungan sekitarnya. Salah satunya adalah kemampuan dalam menyimpan atau menyerap air.
pedoman budidaya pohon beringin

Pedoman Budidaya Pohon Beringin

Berikut ini pedoman budidaya pohon beringin mulai dari cara memelihara sampai cara merawat pohon beringin.

Syarat Tumbuh Pohon Beringin

Habitat beringin pada umumnya adalah di hutan tropis dengan ketinggian hingga 600 meter dari permukaan laut. Beringin pencekik ditemukan di hutan dekat dengan sungai, lereng bukit dan daerah pegunungan. Pohon ini dapat tumbuh baik di tanah berpasir maupun tanah liat. Persebaran tanaman ini melipui daerah Indo China, Semenanjung Malaysia, Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi. Ara pencekik pun bisa ditemukan di Pulau Peucang, tepatnya yaitu di Taman Nasional Ujung Kulon.

Penanaman Pohon Beringin

Pedoman budidaya pohon beringin yang pertama mengenai penanaman pohonnya. Berikut beberapa aspek dari penanaman beringin.

Bahan Baku Tanaman (Bibit Pohon Beringin)

Siapkan bibit beringin yang hendak ditanam terlebih dahulu. Ukuran tinggi bibit (dalam satuan meter) bukanlah hal yang mutlak. Namun disarankan menanam bibit berukuran cukup besar dengan tinggi bibit minimal 1 meter. Terlebih jika bibit tersebut hendak ditanam di lahan atau kebun yang jauh dari domisili tempat tinggal si penanam dan tidak diawasi penuh setiap hari.

Cara Penanaman Pohon Beringin

Pedoman budidaya pohon beringin tentan bagaiman cara penanaman pohon yaitu gali lubang tanam dengan ketentuan :

  • ukuran 50x50x50 cm buat bibit tanaman beringin berukuran kecil (tinggi 0,5 meter),
  • ukuran 75x75x75 cm untuk bibit tanaman berukuran sedang (tinggi 1 meter), dan
  • ukuran 100x100x100 cm untuk bibit tanaman berukuran besar (tinggi 1,5 meter atau lebih)

Taburkan pupuk fosfat dalam bentuk Rock Phosphate (RP), Triple Super Phosphat (TSP), atau SP36 (Super Phosphat 36). Di bagian bawah lubang tanam sebanyak :

  • 100 gram buat lubang tanam dengan ukuran 50x50x50 cm,
  • 150 gram untuk lubang tanam ukuran 75x75x75 cm, dan
  • 200 gram buat lubang tanam yang berukuran 100x100x100 cm.
Cara Pemupukan Pohon Beringin

Pedoman budidaya pohon beringin berikutnya mengenai pemupukan. Siapkan pupuk kandang (pukan) dalam bentuk kotoran hewan (kohe) matang dan terfermentasi sempurna dalam jumlah secukupnya. Pemberian pupuk kandang juga dapat menjamin ketersediaan pasokan hara makro dan mikro esensial. Yaitu dari hasil perombakan (dekomposisi) bahan organik di awal pertumbuhan tanaman di lahan. Tidak ada patokan jenis atau macam pukan (kohe) yang baik untuk digunakan sebagai bahan campuran tanah di dalam lubang tanam.

Namun sebaiknya menggunakan pukan (kohe) yang berasal dari ternak ruminansia (sapi, kerbau, kambing, atau domba) maupun kuda dan kelinci. Jangan lupa buat memakai pukan (kohe) yang sudah terdekomposisi sempurna (rasio C/N kurang dari 15%). Hal ini untuk menghindari efek terbakar (burning efect) yang dapat mengakibatkan kematian tanaman.

Lakukan pengadukan secara manual dan merata pada waktu pencampuran tanah dan pukan (kohe). Ulangi proses pencampuran dan pengadukan tersebut sebanyak 2 – 3 kali. Supaya tanah dan pukan (kohe) dapat tercampur sempurna membentuk campuran yang homogen.

Campurkan kembali pupuk yang mengandung fosfat dalam bentuk pupuk TSP (Triple Super Phosphate), SP36, maupun pupuk RP (Rock Phosphate). Dan jumlahnya disesuaikan dengan ukuran lubang tanam berkisar antara 50 – 150 gram per lubang tanam. Yang diberikan pada saat pengadukan tanah dengan pukan (kohe).

Pupuk yang mengandung fosfat ini berfungsi sebagai starter yang bagus bagi pertumbuhan awal akar tanaman pasca penanaman di lahan. Dengan demikian akar akan tumbuh lebih banyak dan lebih kuat untuk mendukung pertumbuhan tanaman di lahan.

Cara Memasukkan Bibit Pohon Beringin ke Tanah

Masukkan kembali campuran tanah dengan kohe ke dalam lubang tanam hingga batas inggi leher akar bibit yang akan ditanam. Padatkan tanah pada semua bagian sisi samping lubang untuk menghindari efek longsor jika tersiram air atau terkena hujan deras agar bibit yang ditanam idak berubah posisi setelah bibit ditanam.

Pedoman budidaya pohon beringin selanjutnya ialah cara memasukkan bibit. Robek plasik dan keluarkan bibit dari plasik polybag, kemudian letakkan bibit pada bagian tengah lubang tanam dengan kedalaman yang disesuaikan. Masukkan kembali campuran tanah dan pukan (kohe) di sekeliling lubang, menutupi semua akar tanaman hingga batas inggi yang disarankan adalah sebatas leher akar bibit tersebut dan idak mencapai iik sambungan (jika berasal dari bibit okulasi atau sambung sisip atau sambung pucuk).

Padatkan tanah di sekeliling bibit agar bibit berdiri dengan tegak dan idak miring ke salah satu sisi yang bisa menyebabkan arah pertumbuhan tanaman menjadi jelek pada akhirnya. Pemadatan tanah di sekeliling tanaman sangat diperlukan agar tanaman dapat berdiri dengan tegak dan kokoh. Campuran tanah dan pupuk kandang dalam jumlah cukup akan bersifat sangat gembur.

Perawatan Tanaman Beringin

Pedoman budidaya pohon beringin yang berikutnya tentang perawatan. Berikut beberapa hal tentang perawatan pohon beringin.

Penyiraman Pohon Beringin

Pedoman budidaya pohon beringin lainnya tentang cara penyiraman. Siramkan air dalam volume secukupnya (10 – 20 liter) ke tanaman agar tanah menjadi basah dan jenuh oleh air sekaligus untuk menghindarkan tanaman menjadi layu pasca penanaman. Sangat disarankan untuk mulai menanam pada awal musim penghujan agar tanaman mendapat pasokan air secara kontinyu sehingga tanaman dapat tumbuh dengan subur.

Namun tidak menutup kemungkinan untuk memulai membuat lubang tanam dan menanam pada musim kemarau. Asalkan tersedia sumber air dalam jumlah yang cukup untuk penyiraman secara teratur.

Pengapuran Pohon Beringin

Pedoman budidaya pohon beringin selanjutnya itu cara pengapuran. Taburkan kapur dolomit yang mengandung unsur kalsium dan magnesium untuk menjaga kestabilan pH (derajat keasaman) tanah. Sekaligus memberi asupan nutrisi bagi tanaman muda yang ditanam di lahan terbuka.

Pemberian kapur dolomit adalah hal yang penting bagi tanaman. Khususnya pada proses pembentukan tunas-tunas baru bagi tanaman muda. Serta memasok hara magnesium yang menjadi penyusun utama klorofil di daun. Diharapkan tanaman mampu untuk berfotosintesis secara sempurna sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik di lahan.

Demikian informasi berkaitan dengan pedoman budidaya pohon beringin, semoga post ini bermanfaat untuk teman-teman semua. Tolong post ini diviralkan supaya semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi:

Add Comment

Click here to post a comment

Topics

Arsip

Kategori