Budidaya Bunga Hortikultura

Cara Pembibitan Bunga Krisan dari Awal

Cara Pembibitan Bunga Krisan

Topik kita sekarang ialah cara pembibitan bunga krisan dari awal. Bunga krisan atau seruni adalah salah satu bunga yang jadi favorit di kalangan para pecinta bunga. Selain itu bunga ini pun termasuk jenis bunga yang mudah untuk di budidayakan. Namun untuk mendapatkan hasil yang memuaskan dari kegiatan berbudidaya bunga krisan atau seruni langkah yang paling awal adalah pembibitan.

Cara Pembibitan Bunga Krisan

Cara Pembibitan Bunga Krisan

Dalam melakukan pembibitan bunga seruni atau krisan ada beberapa langkah yang harus dilakukan yaitu :

Persyaratan Bibit Bunga Krisan

Bibit diambil dari induk yang sehat, berkualitas prima, daya tumbuh tanaman kuat, bebas dari hama dan penyakit dan komersial di pasar.

Penyiapan Bibit Bunga Krisan

Pembibitan bunga krisan atau seruni dilakukan dengan cara vegetatif yakni dengan :

1. Bibit asal anakan

2. Bibit asal stek pucuk

Tentukan tanaman atau tunas pucuk yang tumbuh secara sehat dan cukup umur yaitu kriterianya :

  • diameter pangkal 3 – 5 mm,
  • panjang 5 cm,
  • mempunyai 3 helai daun dewasa berwarna hijau terang.

Setelah kriteria di atas tercukupi, potong pucuk tersebut dan langsung semaikan. Bisa juga disimpan dalam ruangan dingin dengan suhu udara 4 derajat C, dan kelembaban 30 persen. Hal ini agar tunas pucuk tetap tahan segar selama 3 – 4 minggu. Cara penyimpanan stek yaitu dibungkus dengan beberapa lapis kertas tisu. Lalu dimasukan ke dalam kantong plastik rata-rata 50 stek.

3. Penyiapan bibit dengan kultur jaringan

Tentukan mata tunas atau eksplan dari bunga krisan lalu ambil dengan pisau silet. Kemudian stelisasi mata tunas dengan sublimat 0,04 % (HgCL) selama 10 menit. Setelah itu bilas dengan air suling steril. Lalu lakukan penanaman dalam medium MS berbentuk padat. Hasil dari penelitian lanjutan tentang perbanyakan tanaman krisan secara kultur jaringan yaitu:

  • Medium MS padat + 150 ml air kelapa/liter + 0,5 mg NAA/liter + 1,5 mg kinetin/liter merupakan yang paling baik untuk pertumbuhan tunas dan akar eksplan. Pertunasan muncul pada umur 29 hari, sedang perakaran pada umur 26 hari.
  • Medium MS padat + 150 ml air kelapa/liter ditambah 0,5 mg NAA/liter + 0,5 BAP/liter, kalus bertunas waktu 26 hari. Namun medium tidak merangsang pemunculan akar.
  • Medium MS padat + 0,5 mg NAA/liter + 0,5-0,2 mg kinetin/liter + 0,5 mg NAA/liter + 0,5-2,0 BAP/liter pada eksplan varietas Sandra. Ini dilakukan untuk membentuk akar pada umur 21 – 31 hari.
Bibit Bunga Krisan untuk Komersial

Penyiapan bibit bunga krisan atau seruni pada skala komersial dilakukan dengan dua tahap yaitu:

1. Stok tanaman induk

Fungsinya buat memproduksi bagian vegetatif sebanyak mungkin sebagai bahan tanaman. Lalu ditanam di areal khusus yang terpisah dari areal budidaya. Jumlah stok tanaman induk harus disesuaikan dengan kebutuhan bibit yang sudah diplanning.

Setiap tanaman induk bunga krisan menghasilkan 10 stek per bulan. Dan selama 4 – 6 bulan dipelihara akan memproduksi sekitar 40 – 60 stek pucuk. Pemeliharaan kondisi lingkungan budidaya berhari panjang dengan adanya penambahan cahaya 4 jam/hari. Yaitu mulai 23.30 – 03.00 lampu pencahayaan bisa dipilih Growlux SL 18 Philip.

2. Perbanyakan vegetatif tanaman induk.

  • Pemangkasan pucuk. Ini dilakukan pada umur 2 minggu sesudah bibit ditanam. Yaitu dengan cara memangkas atau membuang pucuk yang sedang tumbuh sepanjang 0,5 – 1 cm.
  • Penumbuhan cabang primer. Perlakuan pinching bisa merangsang pertumbuhan tunas ketiak sebanyak 2 – 4 tunas. Tunas ketiak daun dibiarkan tumbuh sepanjang 15 – 20 cm atau disebut cabang primer.
  • Penumbuhan cabang sekunder. Tiap ujung penumbuhan cabang primer dilakukan pemangkasan pucuk sepanjang 0,5 – 1 cm. Pelihara tiap cabang sekunder sampai tumbuh sepanjang 10 – 15 cm.
Teknik Penyemaian Bibit Krisan

Dua Teknik untuk melakukan penyemaian bibit bunga krisan atau bunga seruni yaitu :

1. Penyemaian di bak

Siapkan tempat atau lahan pesemaian bunga krisan yang berupa bak-bak berukuran

  • lebar 80 cm,
  • kedalaman 25 cm,
  • panjang disesuaikan dengan keperluan dan sebaiknya pilih bak berkaki tinggi.

Bak tersebut dilubangi untuk drainase yang berlebihan. Medium semai berupa pasir steril sampai cukup penuh. Semaikan stek pucuk dengan jarak 3 x 3 cm dan kedalaman 1 – 2 cm, sebelum ditanamkan diberi Rotoon (ZPT). Sesudah tanam pasang sungkup plastik yang transparan di seluruh permukaan.

2. Penyemaian kultur jaringan

Bibit mini dalam botol dipindah ke pesemaian berisi medium berpasir steril. Dan juga bersungkup plastik tembus cahaya.

Pemeliharaan Pembibitan / Penyemaian Bunga Krisan

Pemeliharaan buat stek pucuk yaitu

  • penyiraman dengan sprayer 2 – 3 kali sehari,
  • pasang bola lampu untuk pertumbuhan vegetatif,
  • penyemprotan pestisida kalau tanaman di serang hama atau penyakit.

Buka sungkup pesemaian bunga krisan pada sore hari dan malam hari. Terutama pada beberapa hari sebelum pindah ke lapangan. Pemeliharaan pada kultur jaringan dilakukan di ruangan aseptik. Sesudah bibir berukuran cukup besar, diadaptasikan secara bertahap ke lapangan terbuka.

Pemindahan Bibit Bunga Krisan

Bibit stek pucuk bunga krisan siap dipindahtanamkan ke kebun pada umur 10 – 14 hari. Sesudah semai dan bibit dari kultur jaringan bibit siap pindah. Tanaman yang dipindah yaitu yang telah berdaun 5 – 7 helai dan setinggi 7,5 – 10 cm.

Demikian informasi seputar cara pembibitan bunga krisan dari awal, kami harap artikel kali ini bermanfaat untuk kalian. Mohon artikel ini dibagikan supaya semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi:

Add Comment

Click here to post a comment

Topics

Arsip

Kategori