Tanaman Pangan

Budidaya Tanaman Talas yang Menguntungkan

Budidaya Tanaman Talas yang Menguntungkan

Pembahasan kita sekarang yaitu budidaya tanaman talas yang menguntungkan. Talas adalah tanaman pangan berupa herba menahun. Talas termasuk ke dalam suku talas-talasan (Araceae). Dengan ciri-ciri berperawakan tegak dan tingginya 1 cm atau lebih. Talas merupakan tanaman semusim atau sepanjang tahun. Talas memiliki beberapa nama umum yakni Taro, Old cocoyam, ‘Dash(e)en’ dan ‘Eddo (e)’.

Budidaya Tanaman Talas yang Menguntungkan

Budidaya Tanaman Talas

Di beberapa negara talas dikenal dengan nama lain, yaitu:

  • Abalong (Philipina),
  • Taioba (Brazil),
  • Arvi (India),
  • Keladi (Malaya),
  • Satoimo (Japan),
  • Tayoba (Spanyol), dan
  • Yu-tao (China).
Sejarah Singkat Tanaman Talas

Asal mula tanaman talas yaitu dari daerah Asia Tenggara. Kemudian menyebar ke China pada abad pertama. Lalu menyebar ke Jepang dan daerah Asia Tenggara lainnya. Selain itu juga menyebar ke beberapa pulau di Samudra Pasifik dimana penyebaran ini karena terbawa oleh migrasi penduduk.

Di Indonesia sendiri talas dapat dijumpai hampir di seluruh kepulauan yang ada. Dan budidaya tanaman talas ini tersebar dari tepi pantai hingga pegunungan di atas 1000 m dpl. Talas yang ada di Indonesia terdiri dari talas liar dan talas yang ditanam.

Jenis Tanaman Talas

Tanaman talas mengandung senyawa asam perusi atau asam biru (HCN). Sistem perakaran talas berupa serabut, liar dan pendek.

Ciri-Ciri Talas

Umbi Talas

  • umbi mempunyai jenis bermacam-macam
  • berwarna coklat
  • beratnya bisa mencapai 4 kg (atau lebih)
  • berbentuk selinder atau bulat
  • berukuran 30 cm x 15 cm.

Daun Talas

  • berbentuk perisai atau hati
  • panjang lembaran daunnya 20 – 50 cm
  • panjang tangkai mencapai 1 meter
  • warna pelepah bermacam-macam.

Bunga Talas

Perbungaannya terdiri atas tongkol, seludang dan tangkai. Bunga jantan dan betina terpisah. Bunga betina ada di bawah dan bunga jantan ada di bagian atasnya. Di puncaknya ada bunga mandul. Buah talas bertipe buah buni dengan biji yang banyak dan bentuknya bulat telur serta panjangnya ± 2 mm.

Jenis Talas

Ada beraneka macam jenis talas di daerah Bogor yaitu :

a. Talas Sutera

Talas ini punya daun yang berwarna hijau muda dan berbulu halus seperti sutera. Umbi talas suterta berwarna kecoklatan yang berukuran sedang sampai besar dam di panen pada umur 5 – 6 bulan.

b. Talas Bentul

Talas ini punya umbi yang lebih besar dengan warna batang lebih ungu di bandingkan talas sutera. Untuk umbi talas ini relatif lebih besar dan berwarna lebih muda kekuning-kuningan. Talas ini siap dipanen setelah kira-kira umurnya kurang lebih 8 – 10 bulan.

c. Talas Ketan

Talas Ketan warna pelepahnya hijau tua kemerahan. Di Bogor talas ini disebut juga talas mentega (Talas Gambir / Talas Hideung), sebab batang dan daunnya berwarna ungu gelap.

Jenis talas lain yang biasanya tidak dikosumsi sebab rasanya tak enak atau gatal. Contohnya ialah talas sente dan talas bolang. Talas sente yaitu talas dengan batang dan daun yang besar serta banyak dipakai buat hiasan / pajangan serta daunnya dipakai untuk pakan ikan. Sedang talas bolang memiliki rasa yang gatal dengan batang dan daun yang bertotol-totol.

Manfaat Tanaman Talas

Di Indonesia, talas dikonsumsi sebagai makanan pokok dan juga makanan tambahan. Tanaman ini mengandung banyak nutrisi seperti karbohidrat yang tinggi, protein, lemak dan vitamin. Talas mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi. Umbi dan pelepah daunnya banyak digunakan sebagai bahan makanan, obat ataupun pembungkus.

Daun, sisa umbi dan kulit umbi bisa digunakan sebagai pakan ternak dan ikan secara langsung ataupun sesudah difermentasi. Talas memiliki keterkaitan dengan pemanfaatan lingkungan dan penghijauan. Karena tanaman ini mampu untuk tumbuh di lahan yang agak berair hingga lahan kering.

Sentra Penanaman Talas

Di Indonesia pusat pengembangan tanaman talas adalah Kota Bogor dan Malang yang menghasilkan beberapa kultivar yang enak rasa umbinya. Tingkat produksi talas bergantung pada kultivar, umur tanaman talas serta kondisi lingkungan tempat talas tersebut tumbuh. Pada kondisi optimal produktivitas talas bisa memcapai 30 ton per hektar.

Syarat Pertumbuhan
Iklim
  1. Tanaman talas tumbuh dan tersebar di daerah tropis, sub tropis serta di daerah beriklim sedang. Budidaya tanaman talas bisa dilakukan pada daerah yang beriklim lembab dan juga daerah yang beriklim kering. Namun ada kecenderungan bahwa talas akan lebih baik jika dibudidayakan di daerah yang beriklim rendah ataupun beriklim panas.
  2. Curah hujan optimum buat pertumbuhan talas yaitu 175 cm pertahun. Talas juga bisa tumbuh di daerah dataran tinggi dan pada tanah tadah hujan. Serta tumbuh sangat baik pada lahan yang bercurah hujan 2000 mm per tahun atau lebih.
  3. Selama pertumbuhan, talas menyukai tempat terbuka dengan penyinaran penuh. Talas mudah tumbuh pada lingkungan dengan suhu 25 – 30 oC dan kelembaban tinggi.
Media Tanam
  1. Talas menyukai tanah yang gembur dan tanah yang kaya akan bahan organik atau humus.
  2. Talas bisa tumbuh pada daerah dengan berbagai jenis tanah. Misalnya tanah lempung (yang subur berwarna coklat pada lapisan tanah yang bebas air tanah), tanah vulkanik, andosol, dan tanah latosol.
  3. Untuk memperoleh hasil yang tinggi pada budidaya tanaman talas ini, talas mesti tumbuh di tanah drainase baik dan PH 5,5 – 6,5. Tanah yang bergambut sangat bagus untuk talas namun mesti diberi kapur 1 ton per ha jika PH-nya di bawah 5,0.
  4. Talas memerlukan tanah yang lembab dan cukup air. Jika air yang tersedia tidak cukup atau sedang musim kemarau yang panjang, maka tanaman ini bakal susah untuk tumbuh. Musim tanam yang cocok untuk tanaman talas yaitu menjelang musim hujan, sedang musim panen bergantung pada kultivar yang di tanam.
Ketinggian Tempat

Tanaman talas bisa tumbuh pada ketinggian 0 – 1300 m dpl. Di Indonesia talas bisa tumbuh di daerah pantai hingga pergunungan, walaupun sangat lama untuk memanen hasilnya. Tanaman talas bisa tumbuh di pegununan dengan ketinggian 2000 m dpl.

Pedoman Budidaya Talas

Panduan budidaya tanaman talas dimulai dari cara pembibitan hingga pemeliharaan tanaman.

Pembibitan Talas

Pembibitan talas bisa dilakukan dengan tunas atau umbi.

Penyiapan Bibit Talas

Pada umumnya pertanaman atau budidaya tanaman talas masih dijalankan secara tradisional. Di mana bibit talas yang berupa anakan diperoleh dari pertanaman sebelumnya. Bibit yang baik yaitu anakan kedua atau ketiga dari pertanaman talas. Anakan tersebut kemudian dipisahkan dari tanaman induk, lalu disimpan di tempat yang lembab. Nantinya anakan tersebut dipakai pada musim tanam berikutnya.

Teknik Penyemaian Bibit Talas

Budidaya tanaman talas dalam hal ini penanaman, sangat mudah dilakukan hanya memerlukan ketekunan dan keterampilan sederhana. Pertama persiapkan bibit talas yang berasal dari tunas atau umbi. Jika bibit diambil dari tunas, maka tunas tersebut diperoleh dari talas yang telah berumur 5 – 7 bulan, yakni tunas kedua dan ketiga. Sedangkan kalau bibit talas diambil dari umbinya maka pilihlah bagian yang paling baik yaitu bagian yang terdekat dengan titik tumbuhnya. Lalu iris dan tinggalkan 1 mata bakal tunas.

Umbi yang diiris dianginkan dahulu. Dan waktu disemaikan lapisan bagian dalam irisan dilapisi abu. Baru setelah berdaun 2 – 3 lembar, umbi siap ditanam pada tanah yang sudah diolah hingga gembur. Dan dengan jarak tanam 75 x 75 cm dan dalam 30 cm. Pengaturan jarak tanam bergantung dari varietas dan ukuran tanaman. Talas umumnya ditanam dalam 2 baris di bedengan selebar 1,2 m dan dengan jarak 45 cm di dalam baris tersebut.

Pemindahan Bibit Talas

Pada budidaya tanaman talas, pemindahan bibit bisa dilakukan sesudah tunas diperoleh dari talas yang sudah berumur 5 – 7 bulan. Yakni talas tunas kedua dan ketiga. Bila bibit dari umbi sudah berdaun 2 – 3 lembar maka bibit umbi siap ditanam pada tanah yang sudah diolah hingga gembur. Lalu ditanam dengan jarak tanam 75 x 75 cm dan dalam 30 cm.

Pengolahan Media Tanam Talas
Penyiapan Lahan Tanam

Pengolahan tanah pada budidaya tanaman talas mesti gembur serta lepas. Cara pengolahan tanah bisa dibedakan jadi 2 macam yaitu pengolahan tanah sesudah tanaman padi dan sesudah tanaman sayuran. Pengolahan tanah sesudah tanam padi mulai dengan pembabatan jerami. Jerami tersebut lalu ditumpuk dan dibakar.

Tanah dibiarkan beberapa hari. Baru kemudian dicangkul dan dihaluskan serta dibuat bedeng-bedengan dan pemupukan dasar. Pengolahan tanah kalau talas ditanam sesudah tanaman sayuran, dilakukan dengan menyiangi gulma, mencangkul, bikin bedeng-bedengan dan pemupukan dasar.

Pembentukan Bedengan

Bibit dalam budidaya tanaman talas umumnya ditanam dalam 2 baris di bedengan yang lebarnya kurang lebih 1,2 meter. Sedangkan panjang bedengan disesuaikan dengan lebar petakan lahan dengan jarak 45 cm atau berkisar 70 x 70 atau 50 x 70 cm atau kombinasi yang lain.

Pengapuran

Tanaman talas bisa tahan terhadap tanah basah tapi tak memperoleh hasil yang tinggi. Jadi yang terbaik adalah tanah mesti gembur dan lepas. Tanah yang bergambut sangat baik, namun mesti diberi 1 ton/ha kapur jika pH-nya di bawah 5,0.

Pemupukan Talas

Pada budidaya tanaman talas pemupukan bisa dilakukan dengan pupuk kandang atau pupuk buatan. Seperti urea, TSP dan KCl atau campuran ketiganya. Jumlah pupuk yang diberikan tak banyak, cukup 2 sendok saja (untuk pupuk buatan) dan 2 genggaman untuk pupuk kandang buat satu tanaman. Sesudah dipupuk, di atasnya lalu ditambahkan tanah yang dicampur dengan jerami.

Teknik Penanaman Talas
Penentuan Pola Tanam Talas

Pada budidaya tanaman talas jarak tanam ialah 75 x 75 cm dan dalam 30 cm atau 70 x 70 cm atau 50 x 70 cm. Keragaman jarak tanam ini umumnya disesuaikan dengan kondisi tanah dan keadaan musim. Penanaman di lahan persawahan cenderung memakai jarak tanam yang lebih rapat dibandingan penanaman pada musim hujan.

Hal ini disebabkan pada musim panas penyinaran cahaya matahari bisa berlangsung sepanjang hari. Sehingga walaupun dengan jarak tanam yang rapat kelembaban udara di sekitar tanaman talas tetap optimal. Bila pada musim hujan jarak tanam yang digunakan rapat-rapat maka tanaman talas akan kurang menyerap pancaran sinar matahari. Selain itu juga kelembaban di sekitar tanaman jadi tinggi. Hal ini akan meningkatkan resiko serangan penyakit pada talas.

Cara Penanaman Talas

Penanaman pada budidaya tanaman talas sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan atau kalau curah hujan merata sepanjang tahun. Cara penanaman bibit ini yakni meletakkan bibit talas dengan tegak lurus di tengah-tengah lubang. Lalu ditimbun sedikit dengan tanah supaya bisa berdiri tegak. Penimbunan tanah pada bibit talas ini kira-kira 7 cm, sehingga lubang tanam tak seluruhnya tertutup oleh tanah.

Pemeliharaan Tanaman Talas
Penyiangan dan Pembubunan Tanaman Talas

Pada budidaya tanaman talas, penyiangan umumnya dilakukan pada umur 1 bulan sesudah tanam. Penyiangan harus dilakukan supaya tanaman bebas dari gangguan gulma yang bisa jadi pesaing dalam penyerapan unsur-unsur hara. Untuk memperoleh umbi talas yang besar dan berkualitas maka perlu dilakukan penyiangan terhadap rumput-rumput liar di sekitar tanaman talas.

Pembubunan ini harus dilakukan untuk menutup pangkal batang dan akar-akar bagian atas. Hal ini supaya tanaman talas lebih kokoh dan tahan oleh terpaan angin. Pembubunan tanaman talas dilakukan bersamaan dengan penyiangan.

Pemupukan Tanaman Talas

Budidaya tanaman talas, pemupukan dasar dilakukan bersamaan dengan pengolahan tanah yakni mencampur sebanyak 1 ton pupuk kandang per hektar. Sedangkan pemupukan pertama dilakukan 1 bulan sesudah bibit di tanam, yakni dengan memakai sebanyak 100 kg urea dan 50 kg TSP per hektar. Aplikasi pemupukan yakni dengan cara bikin lubang pupuk disamping lubang tanam 3 cm.

Pemupukan kedua dan ketiga dilakukan pada umur tanaman 3 bulan dan umur 5 bulan masing-masing memakai urea sebanyak 100 kg per hektar. Aplikasi bisa dilakukan dengan membuat larikan di samping baris tanaman sejauh 7 cm pada pemupukan umur 3 bulan. Dan 10 cm pada pemupukan umur 5 bulan.

Pengairan dan Penyiraman

Dalam budidaya tanaman talas ini memerlukan tanah yang lembab dan cukup air. Sehingga jika tak tersedia air yang cukup atau karena sedang mengalami musim kemarau yang panjang maka talas bakal susah tumbuh. Musim tanam yang cocok sekali untuk tanaman talas yaitu saat menjelang musim hujan. Sedangkan untuk musim panen bergantung pada kultivar yang di tanam.

Hama dan Penyakit pada Talas

Berikut ini beberapa hama dan penyakit yang timbul saat budidaya tanaman talas :

Hama pada Talas
Serangga aphis gossypii (Hemiptera: Aphididae)

Serangga aphis gossypii baik yang nimfa ataupun dewasa dan baik yang bersayap ataupun tidak bersayap menghisap cairan daun.

  • Gejala. Daun menjadi agak keriting. Aphis mengeluarkan cairan madu, yang dapat menarik semut. Serangga ini tersebar di seluruh dunia kecuali di daerah-daerah yang bersuhu dingin seperti di Siberia dan Kanada. Selain talas, hama serangga ini juga menyerang melon, timun, labu-labuan serta kapas.
  • Pengendalian. Pemakaian insektisida pada tanaman talas dinilai kurang ekonomis. Kecuali jika tingkat serangan serangga ini sangat tinggi pada tanaman muda. Insektisida yang dipakai adalah carbaryl, diazinon dimetoat dan malation. Insektisida ini cukup efektif untuk mengendalikan hama tersebut.
Ulat heppotion calerino (Lepidoptera: Sphingidae)
  • Gejala. Ulat berukuran besar dan sangat rakus yang dapat memakan seluruh helai daun, bahkan populasi tinggi dapat makan pelepah daun juga, sehingga tanaman menjadi gundul. Selain talas, ulat heppotion calerino juga merusak beberapa tanaman lain seperti kacang hijau, dan ubi jalar. Ulat heppotion tersebar di beberapa negara tropika dan sub tropika, termasuk Australia dan juga Pasifik.
  • Pengendalian. Mengambil dan memusnahkan ulat tersebut. Di samping itu, karena kepompong ini ada di dalam tanah, maka pembajakan lahan sesudah panen bisa memusnahkan hama tersebut. Upaya pengendalian dengan insektisida sudah dilakukan di Papua Nugini yaitu dengan Carbaryl bila kerusakan mencapai 50%.
Serangga agrius convolvuli (kupu-kupu: Sphingidae)

Serangga ini tersebar di Afrika, Australia, Bangladesh, Burma, Cina Selatan, Eropa Selatan, India, Indonesia, Malaysia, Selandia Baru, kepulauan-kepulauan di pasifik dan Papua Nugini. Serangga ini juga makan tangkai daun sehingga tanaman jadi gundul. Selain tanaman talas, serangga ini juga merusak kacang hijau, ubi jalar. Defoliasi dimulai dari tepi daun.

  • Pengendalian. Kepompong terbentuk di dalam tanah, maka pembajakan tanah setelah panen dapat memusnahakan hama tersebut. Di samping itu cara pengendalian serangga agrius convolvuli yang efektif yaitu dengan cara mengambil dan memusnahkannya (khusus areal kecil). Upaya pengendalian serangga agrius convolvuli dengan memakai insektisida (seperti carbaryl 0,2%) yang paling efektif adalah dilakukan saat serangga masih kecil.
Serangga tarophagus proserpina (Hemiptera: Delphacidae)
  • Gejala. Serangga dewasa dan nimfa mengusap cairan pelepah daun, sehingga warnanya berubah menjadi coklat. Serangga ini tersebar di kepulauan Pasifik, Hawai, Indonesia, Philipina, Kepulauan Ryuku dan Quensland.
  • Pengendalian. Diintroduksikan sejenis pemangsa yaitu Cyrtorthinus pulus atau dengan serangga yang dinilai efektif untuk mengendalikan hama tersebut yaitu carbaryl, malation, dan tri-chlorform.
Serangga bemisia tabaci (Hemiptera: Aleurodidae)

Penyebaran serangga ini berada di daerah tropika dan sub tropika. Baik nimfa dan dewasa dari serangga ini berada di permukaan bawah daun, dan mengisap cairan daun.

  • Gejala. Pada serangan yang berat daun menjadi kering, pertumbuhan terhambat dan tanaman menjadi kerdil. Selain talas, serangga ini juga menyerang tanaman kedelai, ubi kayu, terung-terungan dan kacang-kacangan lain.
  • Pengendalian. Menggunakan cabaryl, malation, dan tri-chlorform.
Ulat spodoptera litura (kupu-kupu: Noctuidae)
  • Gejala. Daun yang terserang oleh kelompok ulat spodoptera yang masih kecil akan kehilangan lapisan epidermisnya sehingga jadi transparan dan akhirnya kering. Ulat spodoptera yang lebih besar akan tersebar dan masing-masing makan daun. Defoliasi yang disebabkan ulat spodoptera yang besar mirip dengan kerusakan akibat serangga Agrius convolvuli. Selain talas, serangga ini juga menyerang tanaman lain seperti jarak, tembakau, tomat, jagung, ubi jalar, kubis, cabe, kacang-kacangan dll. Di antara inang-inang tersebut, daun talas adalah yang paling disukai. Oleh karena itu talas bisa dimanfaatkan sebagai media pembiakan massal ulat spodoptera untuk tujuan penelitan.
  • Pengendalian. Dengan insektisida (carbaryl dan dichorvos) dilakukan jika kerusakan sudah mencapai 50% dan lebih efektif jika dilakukan saat serangga masih kecil. Di samping itu insektisida monokrotofos, kuinalfos dan endosulfan juga efektif untuk mengendalikan serangga ini.
Serangga tetranychus cinnabarinus (Acarina: Tetranichidae)
  • Gejala. Helai daun talas yang terserang akan tampak bintik-bintik putih atau kuning. Karena serangga tetranychus cinnabarinus mengisap cairan daun. Jika populasi yang sangat tinggi maka daun kelihatan memutih, lalu layu dan mati. Jika diamati akan tampak banyak sekali tungau yang berwarna merah terletak di permukaan bawah daun. Tungau disebarkan oleh manusia dan angin.
  • Pengendalian. Untuk mengendalikan serangga ini menggunakan pestisida azodrin, caerol, galecron, plictron, omite dan trition. Galecron dan plictron punya residu yang panjang dan sebagai ovisida. Fungisida bisa juga untuk mengendalikan tungau yaitu Du Ter dan benlate.
Hepialiscus sordida (kupu-kupu: Hepialidae)
  • Gejala. Daun yang terserang serangga ini jadi berlubang dengan garis tengah 5 – 10 cm dan diisi oleh kotorannya. Pada serangan berat seluruh umbi akan terserang sehingga tinggal pangkal batangnya saja dan tanaman talas mudah dicabut. Tanaman yang terserang serangga ini pertumbuhannya agak kurang tegar dibanding dengan tanaman yang sehat. Kerugian yang disebabkan oleh serangga ini cukup besar pada lahan kering. Serangan meningkat jika petani memakai pupuk kandang.
  • Pengendalian: belum ada.
Penyakit pada Talas

Penyakit hawar daun (Phytophtora colocasiae).

  • Gejala. Di tanaman talas ada bercak kecil berwarna kehitaman, lalu membesar jadi hawar. Bagian daun talas yang terserang mengering dan pada serangan berat seluruh daun akan mengering.
  • Pengendalian. Menanam varietas tahan. Penyaringan klon-klon adalah salah satu tahapan dalam pembentukan varietas baru.

Panen dan PascaPanen

Panen Talas

Ciri dan Umur Panen Talas

Pada budidaya tanaman talas pemanenan dilakukan sesudah tanaman berumur 6 – 9 bulan. Ada juga yang memanen sesudah talas berumur 1 tahun tapi ada juga kultivar yang 4 – 5 bulan sudah bisa dipanen. Sebagai contoh:

  • talas genjah masak cepat,
  • talas kawara 5 bulan, dan
  • talas lenvi dan talas dalam.

Misalkan di kota Bogor :

  • Talas bentul dipanen pada umur 8 – 10 bulan dengan umbi yang berwarna lebih muda dan kekuning-kuningan serta relatif lebih besar.
  • Talas sutera dipanen pada umur 5 – 6 bulan dengan umbi berwarna kecoklat-coklatan dan bisa berukuran sedang sampai besar
  • dan masih banyak lagi talas yang ada di Bogor (seperti yang dijelaskan di atas)
Cara Panen Talas

Pada budidaya tanaman talas pemanenan dilakukan dengan cara menggali umbinya. Caranya pohon talas dicabut dan pelepahnya di potong sepanjang 20 hingga 30 cm dari pangkal umbi. Setelah itu akarnya dibuang dan umbinya dibersihkan dari tanah yang melekat.

Periode Panen Talas

Masa panen budidaya tanaman talas harus mendapat perhatian yang cermat. Karena waktu panen yang tidak tepat akan menurunkan kualitas hasilnya. Panen yang terlalu cepat akan menghasilkan talas yang tak kenyal dan pulen. Sebaliknya bila pemanenan talas terlambat maka akan menghasilkan umbi yang terlalu keras dan liat.

Talas pada lahan sawah harus dirotasikan dengan tanaman padi dan jenis sayuran lainnya. Tanaman padi ditanam 1 atau 2 kali pada saat musim hujan yakni sekitar bulan September hingga Januari. Pada musim kemarau (bulan Februari sampai Mei) lahan sawah ditanami sayuran lalu talas hingga bulan Desember atau Januari.

Pascapanen

Pengumpulan

Hasil panen dari budidaya tanaman talas dikumpulkan di lokasi yang cukup strategis, aman dan mudah dijangkau oleh angkutan.

Penyortiran dan Penggolongan

Pemilihan umbi pada budidaya tanaman talas sebenarnya bisa dilakukan pada saat pencabutan / panen berlangsung. Namun penyortiran umbi bisa dilakukan sesudah semua pohon talas dicabut dan ditampung dalam suatu tempat. Penyortiran ini dilakukan untuk memilih umbi talas yang berwarna bersih. Cirinya terlihat dari kulit umbi talas yang segar. Sedangkan umbi talas yang cacat terlihat dari ukuran besarnya umbi dan bercak hitam / garis-garis pada daging umbi.

Pengemasan dan Pengangkutan

Pengemasan pada budidaya tanaman talas bertujuan untuk melindungi umbi dari kerusakan selama dalam pengangkutan. Untuk pasaran antar kota atau dalam negeri talas dikemas dan dimasukkan dalam karung-karung goni atau keranjang yang dibikin dari bambu. Hal ini dilakukan supaya umbi tetap segar.

Analisis Ekonomi Budidaya Tanaman Talas

Analisis Usaha Budidaya
  1. Usaha budidaya tanaman talas sangat menguntungkan, karena tidak banyak pekerjaan dalam mengurusi tanaman talas.
  2. Tanah yang sudah diolah, didiamkan selama beberapa hari, lalu kemudian baru ditanami talas.
  3. Tanaman talas memiliki jarak tanam yaitu 60 x 60 cm dan dibuat bedengan.
  4. Pemupukkan dilakukan setelah talas berusia 3 bulan.
  5. Penjualan talas dilakukan lewat tengkulak kebun tanpa harus menjualnya lagi ke pasar.
  6. Dalam waktu 7 bulan 1 kali produksi talas rata-rata 5000 batang.

Analisis bisnis budidaya tanaman talas dengan luas lahan 400 m2 dan dalam 1 musim tanam (kurang lebih 7 bulan) di daerah Bogor (tahun 1999) yaitu sebagai berikut:

a) Biaya produksi

1. Sewa lahan (400 m2) Rp 200.000
2. Bibit talas 5.000 batang @ Rp 150 Rp 250.000
3. Pupuk urea sebanyak 10 kg @ Rp 1.500 Rp 15.000
4. Pembasmi serangga (Diodan) atau pestisida sebanyak 1 botol Rp 25.000
5. Peralatan seperti cangkul Rp 20.000
6. Tenaga kerja 5
– tenaga mencangkul lahan 3 OH @ Rp 10.000 Rp 30.000
– tenaga menanam bibit 2 OH @ Rp 10.000 Rp 20.000
7. Panen dan pasca panen
Panen 2 OH @ Rp 10.000 Rp 20.000
Jumlah total biaya produksi budidaya tanaman talas Rp 580.000

b) Pendapatan budidaya tanaman talas : 5000 batang @ Rp 200 Þ Rp 1.000.000

c) Keuntungan budidaya tanaman talas : Rp 1.000.000 – Rp 580.000 Þ Rp 420.000

d) Parameter kelayakan bisnis budidaya tanaman talas : B/C Ratio Þ 1,724

Gambaran Peluang Agribisnis

Selama ini publik mengenal talas hanya

  • sebagai makanan pengganti,
  • makanan tambahan dalam keadaan darurat, dan
  • konsumsi masyarakat kalangan bawah.

Namun saat ini potensi talas cukup baik karena bisa dipakai sebagai bahan baku industri pakan. Begitu juga permintaan konsumsi lokal yang setiap tahunnya terus meningkat.

Sekian info berkaitan dengan budidaya tanaman talas yang menguntungkan, kami harap postingan kali ini membantu Anda. Mohon postingan budidaya talas ini diviralkan biar semakin banyak yang mendapat manfaat dan infonya.

Referensi:

Sekilas Komunitas SB1M

Add Comment

Click here to post a comment

Topics

Arsip

Kategori