Perkebunan Kakao

Budidaya Tanaman Kakao atau Buah Coklat

Budidaya Tanaman Kakao atau Buah Coklat

Di artikel ini kami akan ulas tentang pedoman budidaya tanaman kakao atau buah coklat. Kakao (Theobroma cacao L.) adalah salah satu tanaman perkebunan komoditas andalan. Hal ini karena kakao merupakan bahan utama untuk pembuatan coklat. Oleh karena itu kakao juga sering disebut sebagai buah coklat. Untuk membudidayakan tanaman ini caranya bisa lihat di bawah.

Budidaya Tanaman Kakao atau Buah Coklat

Teknik Budidaya Tanaman Kakao (Buah Coklat)

Berikut ini pedoman budidaya tanaman Kakao mulai dari pembibitan sampai cara membasmi hama.

Syarat Tumbuh Tanaman Kakao

Suhu udara ideal bagi pertumbuhan cokelat adalah 30 – 32 °C (maksimum) dan 18 – 21 °C (minimum). Berdasarkan keadaan iklim di Indonesia, suhu udara 25 – 26 °C merupakan suhu udara rata-rata tahunan tanpa faktor pembatas. Karena itu daerah-daerah tersebut sangat cocok jika ditanami cokelat. Cahaya matahari yang terlalu banyak menyoroti tanaman cokelat akan menyebabkan lilit batang kecil, daun sempit, dan tanaman relaif pendek.

Penanaman Kakao

Cara budidaya tanaman kakao yang pertama mengenai penanamannya. Berikut beberapa aspek dari penanaman kakao.

Pembibitan Kakao

Perbanyakan dari tanaman kakao lebih sering dilakukan dengan cara generatif. Karena bibit kakao dihasilkan dalam waktu yang cepat dan jumlahnya banyak. Persyaratan benih yang baik adalah yang berasal dari buah berbentuk normal, sehat, dan masak di pohon. Buah tersebut berwarna kuning, jika diguncang timbul suara, dan jika diketuk dengan tangan timbul gema. Bibit yang baik harus memenuhi persyaratan antara lain:

  1. Pertumbuhan bibit normal, yaitu tidak kerdil dan tidak terlalu jagur.
  2. Bebas hama dan penyakit serta kerusakan lainnya.
  3. Berumur 4 – 6 bulan.

Lubang tanam untuk budidaya tanaman kakao dibuat 2 – 3 bulan sebelum tanam dengan ukuran:

  1. 40x40x40 cm untuk tanah bertekstur sedang;
  2. 60x60x60 cm atau 80x80x80 cm untuk tanah bertekstur berat;
  3. 30x30x30 cm untuk tanah bertekstur ringan.

Lubang dipupuk dengan Agrophos 300 gram/lubang atau campuran urea 200 gram dan Sp-36 100 gram/ lubang. Kemudian tutup kembali lubang tanam.

Cara Penanaman Kakao

Teknik penanaman kakao mengikuti tahapan sebagai berikut:

  1. Polybag disayat pada bagian samping dan bawah kemudian keluarkan bibit dan media dalam keadaan utuh.
  2. Lubangi lubang tanam yang telah ditutup tersebut selebar diameter polybag.
  3. Letakkan bibit sehingga permukaan media sejajar dengan tanah.
  4. Masukkan kembali tanah galian dan padatkan tanah di sekeliling bibit.
  5. Topang batang bibit dengan dua potong kayu / bambu.
  6. Untuk mencegah gangguan hewan, tanaman kakao harus diberi pagar pengaman dari bambu.
Perawatan Tanaman Kakao

Teknik budidaya tanaman kakao selanjutnya mengenai perawatan tanaman. Berikut beberapa aspek dari penanaman beringin.

Sanitasi lingkungan

Penyiangan atau biasa disebut pengendalian gulma dilakukan untuk mencegah persaingan dalam penyerapan air dan unsur hara serta mencegah hama dan penyakit serta gulma yang merambat pada tanaman cokelat / kakao. Dalam pemberantasan gulma harus dilakukan ruin minimal satu bulan sekali, yaitu dengan menggunakan cangkul, koret, atau dicabut dengan tangan.

Pemangkasan Tanaman Kakao

Tujuan pemangkasan adalah sebagai pencegahan serangan hama atau penyakit, membentuk pohon, memelihara tanaman, dan untuk memacu produksi. Pemangkasan fase muda dilakukan pada waktu tanaman berumur 8 – 12 bulan dengan cara membuang cabang yang lemah. Dan juga mempertahankan 3 – 4 cabang yang letaknya merata ke segala arah untuk membentuk jorquete (percabangan) dua.

Fase remaja dilakukan pada saat tanaman berumur 18 – 24 bulan dengan membuang cabang primer sejauh 30 – 60 cm dari jorquete (percabangan). Membuang tunas yang tidak diinginkan, cabang kering, cabang melintang, dan raning yang menyebabkan tanaman terlalu rimbun.

Pemangkasan dalam hal produksi bertujuan untuk mendorong tanaman agar memiliki kemampuan berproduksi secara maksimal. Pemangkasan ini dilakukan untuk mengurangi kelebatan daun.

Pemupukan Kakao

Dosis pemupukan untuk budidaya tanaman kakao yang belum berproduksi (gram/tanaman):

  • Umur 2 bulan: ZA = 50.
  • Umur 6 bulan: ZA = 75; TSP = 50; KCl = 30; dan Kleserit = 25.

Pemupukan dilakukan dengan membuat alur sedalam 10 cm di sekeliling batang kakao dengan diameter kira-kira setengah tajuk. Waktu pemupukan di awal musim hujan dan akhir musim hujan.

Penyiraman Kakao

Penyiraman tanaman cokelat yang tumbuh dengan kondisi tanah yang baik dan berpohon pelindung tidak memerlukan banyak air. Air yang berlebihan menyebabkan kondisi tanah menjadi sangat lembap. Penyiraman pohon cokelat dilakukan pada tanaman muda terutama tanaman yang tak diberi pohon pelindung agar kebutuhan air tanaman tercukupi.

Pengendalian Hama Tanaman Kakao

Penyemprotan menggunakan pestisida dapat dilakukan dengan dua tahapan, pertama bersifat untuk pencegahan sebelum diketahui ada hama yang benar-benar menyerang. Kadar dan jenis pestisida disesuaikan. Penyemprotan tahapan kedua adalah usaha pemberantasan hama, di mana jenis dan kadarnya ditingkatkan.

Misalnya untuk pemberantasan, digunakan insektisida berbahan aktif, seperti

  • Dekametrin (Decis 2,5 EC),
  • Sihalotrin (Matador 25 EC),
  • Sipermetrin (Cymbush 5 EC),
  • Metomil Nudrin 24 WSC/Lannate 20 L, dan
  • Fenitron (Karbaion 50 EC).

Demikian info mengenai pedoman budidaya tanaman kakao atau buah coklat, semoga postingan kali ini membantu teman-teman semua. Mohon postingan ini dibagikan supaya semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi:

Add Comment

Click here to post a comment

Topics

Arsip

Kategori